Serunya 549 Siswa di Ciamis Adu Ketangkasan dalam Lomba Olahraga Tradisional

Serunya 549 Siswa di Ciamis Adu Ketangkasan dalam Lomba Olahraga Tradisional

CIAMIS – Sebanyak 549 siswa dari 40 sekolah dasar (SD) di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengikuti lomba olahraga tradisional yang digelar di Lapang Cigorowong, Rabu (16/9/2026). Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari para peserta.

Para siswa tampak bersemangat mengikuti berbagai perlombaan yang mengandalkan ketangkasan, keseimbangan, kecepatan, serta kemampuan fisik. Olahraga tradisional yang dimainkan juga menjadi kesempatan bagi para peserta untuk mengenal kembali permainan yang sudah berkembang di tengah masyarakat sejak lama.

Dalam kegiatan tersebut, terdapat lima cabang olahraga tradisional yang dipertandingkan, yakni hadang, terompah panjang, dagongan, sumpitan, dan egrang. Masing-masing permainan memiliki tantangan berbeda sehingga para siswa harus mampu bekerja sama sekaligus menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Salah satu perlombaan yang menarik perhatian adalah egrang. Dalam permainan ini, peserta harus menjaga keseimbangan tubuh sambil berjalan menggunakan sepasang bambu sebagai pijakan. Meski terlihat sederhana, permainan tersebut membutuhkan konsentrasi dan keberanian agar peserta tidak terjatuh.

Suasana semakin meriah ketika para siswa mulai berlomba mencapai garis akhir. Sorakan dari peserta lain dan penonton turut memberikan semangat kepada mereka yang sedang bertanding.

Selain egrang, perlombaan terompah panjang juga menjadi bagian dari kegiatan. Permainan tersebut menuntut kekompakan karena beberapa peserta harus berjalan secara bersamaan menggunakan terompah berukuran panjang. Kesalahan langkah salah satu anggota dapat memengaruhi gerakan seluruh kelompok.

Sementara itu, cabang hadang menguji kecepatan dan strategi peserta dalam menghadapi lawan. Para siswa harus mampu bergerak cepat sekaligus menyusun strategi bersama anggota tim agar dapat menyelesaikan pertandingan dengan baik.

Kegiatan olahraga tradisional ini tidak hanya berorientasi pada perlombaan dan pencapaian juara. Para peserta juga mendapatkan pengalaman untuk mengenal berbagai permainan tradisional yang memiliki nilai kebersamaan dan sportivitas.

Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak untuk aktif bergerak serta membangun rasa percaya diri. Permainan tradisional juga memberikan ruang bagi anak-anak untuk berinteraksi langsung dengan teman-temannya dalam suasana yang menyenangkan.

Antusiasme 549 siswa dari 40 SD menunjukkan bahwa olahraga tradisional masih memiliki daya tarik bagi kalangan pelajar. Di tengah perkembangan berbagai permainan modern dan teknologi digital, kegiatan seperti ini menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda.

Kegiatan di Lapang Cigorowong, Kabupaten Ciamis, tersebut berlangsung dengan suasana penuh keceriaan. Para siswa berusaha memberikan kemampuan terbaiknya dalam setiap cabang yang diikuti, sementara guru dan pendamping turut memberikan dukungan selama pertandingan berlangsung.

Selain menjadi ajang adu ketangkasan, lomba olahraga tradisional tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan siswa terhadap budaya lokal. Nilai kerja sama, kedisiplinan, keberanian, sportivitas, dan semangat pantang menyerah menjadi bagian penting yang dapat diperoleh peserta dari kegiatan tersebut.

Dengan melibatkan ratusan siswa dari puluhan sekolah, kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk menjaga keberadaan olahraga tradisional agar tetap dikenal dan dimainkan oleh generasi muda. Permainan yang sederhana namun sarat nilai kebersamaan tersebut dapat menjadi bagian dari aktivitas pendidikan dan pengembangan karakter siswa.

Updated: September 16, 2026 — 4:00 pm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *