Gigi Dall’Igna Ungkap Alasan Gaya Marc Marquez dan Pecco Bagnaia Sulit Ditiru
JAKARTA – General Manager Ducati Corse, Gigi Dall’Igna, mengungkap alasan mengapa gaya berkendara para pembalap MotoGP, termasuk Marc Marquez dan Francesco “Pecco” Bagnaia, tidak bisa begitu saja ditiru oleh pembalap lain.
Menurut Dall’Igna, setiap pembalap memiliki karakter, kemampuan, serta pendekatan tersendiri ketika mengendarai motor. Karena itu, meniru gaya pembalap lain secara mentah justru belum tentu memberikan hasil yang sama.
Ducati memiliki banyak data untuk menganalisis performa para pembalapnya di lintasan. Data tersebut dikumpulkan dan digunakan untuk mempelajari berbagai aspek berkendara, mulai dari cara pengereman, akselerasi, hingga bagaimana pembalap memanfaatkan karakter motor.
Pengumpulan data tersebut menjadi salah satu faktor penting di balik perkembangan Ducati di ajang MotoGP. Keuntungan Ducati semakin besar karena tim asal Italia itu menurunkan lebih banyak motor di grid dibandingkan sejumlah pabrikan lainnya.
Namun, Dall’Igna menegaskan bahwa data bukan berarti setiap pembalap dapat menggunakan gaya berkendara yang sama.
“Setiap pembalap memiliki karakter dan keunggulan masing-masing,” demikian inti pandangan Dall’Igna mengenai perbedaan gaya berkendara para rider.
Karena itu, gaya Marc Marquez maupun Pecco Bagnaia tidak bisa sekadar disalin oleh pembalap lain. Apa yang terlihat efektif bagi satu pembalap belum tentu cocok bagi pembalap lainnya.
Ducati justru berusaha memahami karakter setiap rider dan kemudian menyesuaikan pengembangan motor dengan kebutuhan mereka. Pendekatan tersebut memungkinkan pembalap untuk memaksimalkan kemampuan masing-masing tanpa harus kehilangan gaya alami ketika berada di atas motor.
Pandangan Dall’Igna menunjukkan bahwa kesuksesan di MotoGP bukan hanya soal memiliki motor yang kompetitif. Kemampuan pembalap dalam memahami karakter motor dan memaksimalkan gaya berkendaranya sendiri juga menjadi bagian penting dalam meraih performa terbaik.

